![]() |
oleh: Alfin Arma
Sesuatu yang senantiasa diharap-harap dan dinantikan oleh seseorang, terkadang belum tentu akan terwujud dan menjadi sebuah kenyataan. Sebaliknya, sesuatu yang sama sekali tidak diharap atau dipikirkan sebelumnya justru menjadi sebuah kenyataan. Terlalu banyak berharap, namun minim sekali ikhtiar serta do'a, ujung-ujungnya hanya sebatas penyesalan yang dirasa. Lebih-lebih jika harapan itu ditujukan pada manusia. Berharap dan meminta hanya pada-Nya saja. Apabila sesuatu yang manusia minta belum kunjung dikabulkan dan menjadi sebuah kenyataan, mungkin saja Tuhan sedang mengujinya. Atau harapan dan permintaan itu memang bukan sesuatu yang sebenarnya dibutuhkan oleh manusia, sehingga Tuhan lebih memilih menundanya. Mengabulkan serta memberikan pada saat yang telah tepat nantinya.
Bukan sedang membicarakan seseorang, terlebih perihal percintaan. Sudah banyak berharap pada seseorang, namun ujung-ujungnya penyesalan yang dirasakan karena ditinggalkan. Melainkan, ini masih ada kaitan erat dengan aktivitas menulis. Ibarat menulis sebuah artikel atau jurnal. Sudah lama disubmit, ditunggu-tunggu, namun tak kunjung juga mendapatkan balasan dan direview. Belum lagi saat sudah dinantikan begitu lama, ujung-ujungnya ada pemberitahuan, bahwa artikel yang diajukan ditolak. Kasihan. Hehe...
Hal semacam itulah, sediki-banyak kurasakan. Terlebih sebagai seorang penulis pemula, lebih tepatnya penulis yang masih belajaran dan amatiran. Saat mendapatkan balasan dan sambutan yang baik, rasanya begitu bahagia. Sebaliknya, saat mendapatkan pemberitahuan bahwa tulisan yang diajukan ditolak rasanya, hati seakan patah menjadi berkeping-keping. Padahal sudah mengerjakan dan mencoba sekuat tenaga, ujung-ujungnya ditolak begitu saja.
Tapi, sebenarnya semua itu ada hikmah yang dapat dipetik di baliknya. Mungkin saja tulisan yang diajukan memang sudah terlalu umum. Atau memang kurang sesuai dengan ruang lingkupnya, pedoman penulisan, atau perihal lainnya. Pada dasarnya, tulisan yang diajukan sepertinya masih membutuhkan pembaruan dan dirombak habis-habisan. Menyesuaikan batasan kuantitas halaman, ataupun kualitas isi tulisan. Yang sangat perlu ditekankan bahwa, jika masih gagal dan ditolak jangan mudah menyerah dan berhenti mencobanya. Mencoba, mengulangi, dan terus mengulanginya lagi. Di mana akan sampai pada tahapan mampu untuk memahami, apa yang menjadi kelemahan serta kelebihan dalam sebuah potensi diri.
Menulis memang susah-susah gampang, juga gampang-gampang susah. Lebih baik bersusah payah sebelumnya. Demi sebuah kemudahan serta hasil yang memuaskan di kemudian hari. Tidak ada sebuah hasil yang waahhh.... dan luarbiasa... dengan sebuah perjuangan yang hanya sekadar itu-itu saja. Butuh sebuah usaha dan perjuangan yang lebih untuk hasil yang hampir mendekati ekspektasi diri, bahkan melampaui.
Ada saat yang memang harus diupayakan dengan semaksimal mungkin untuk melakukan ikhtiar dan do'a. Adapula saat dimana semuanya harus dipasrahkan pada-Nya. Serta, adapula saat di mana hasil manis dapat dirasakan dan dinikmati bagi mereka yang telah mengupayakannya jauh-jauh hari. Bagi yang sekadar melirik saja, tanpa mau untuk berusaha, ya jangan menyalahkan siapa-siapa. Jika, seseorang merasa 'iri' pada orang lain yang mampu menghasilkan karya dan prestasi yang begitu luarbiasa, rasanya itu fine-fine saja adanya. Asal, rasa 'iri' itu harus dibarengi dengan usaha yang sebanding dengan apa yang diinginkannya. Jika tidak, semua hanya sebatas menjadi sia-sia.
Untuk sebuah karya yang lahir di penghujung tahun 2020 ini, semoga dapat kembali disusul oleh karya-karya lain yang lebih baik kedepannya. Bukan perihal hasilnya, melainkan usaha dan perjuangan yang begitu luarbiasa di dalamnya. Sehingga, begitu sulit diungkapkan dengan kata-kata. Selamat datang tahun baru, dengan segala harapan dan do'a yang baru. Dan semoga wabah covid-19 ini juga lekas berlalu.
Tulungagung, 31 Desember 2020.


3 Comments
Waah kereen mas, semoga karya2 yg lain segera menyusul. Aamiin, ayook kita duet 😂
ReplyDeleteWaahh, tawaran yang sangat menarik ini. InsyaAllah nggih mbak. Semoga bisa direalisasikan secepatnya.
DeleteSemoga karya mbak Inama lainnya juga lekas terbit, dan menyusul karya sebelumnya.
DeleteAmiin.