Pandemi: Kini dan Nanti
oleh: Alfin Arma
Darurat
pandemi covid-19 terus-menerus digaungkan oleh pemerintah Republik Indonesia.
Tarik rem darurat melalui PPKM Darurat telah diputuskan. Apalagi jika bukan
dengan tujuan untuk terus menekan angka lonjakan kasus covid-19 di Indonesia.
Terkhusus menekan angka lonjakan di wilayah pulau Jawa dan Bali.
Vaksinasi
juga terus digencarkan. Dari sikap apatis, acuh, sampai pada tingkat kesadaran.
Mulanya tak sedikit masyarakat yang enggan. Dengan alasan vaksin justru
berujung pada kematian. Beberapa statement itulah yang sering didengar, hingga
menimbulkan rasa was-was pada sebagian golongan.
Beberapa
pengamatan yang penulis lakukan, masyarakat memang terbagi dan terpecah
menjadi beberapa lapisan. Ada mereka yang taat dan patuh pada protokol
kesehatan. Adapula mereka yang acuh dan apatis pada keadaan. Atau golongan yang
sebenarnya takut, tapi sedikit enggan menerapkan protokol kesehatan.
Kejadian
wabah di masa silam sebaiknya memang harus dijadikan sebagai pelajaran. Bahkan
butuh untuk terus dilakukan pendalaman. Tak hanya sekadar kejadian dan
kejadian. Yang pada akhirnya justru dilupakan. Banyak kejadian banyak pula
pelajaran. Ada ibrah yang semsetinya diambil dan dijadikan bekal di masa depan.
Tidak hanya sebatas panik dan gagap saat dibenturkan dengan kejadian yang
terulang. Namun, realitanya masih mengatakan demikian.
Belum
lagi kabar hoax yang semakin bertebaran. Sampai sulit untuk dapat membedakan.
Mana yang benar? Mana yang sebatas hasutan? Semua terlihat seperti
satu-kesatuan. Apakah ini termasuk sebagai salah satu tanda akhir zaman? Mana
yang hitam, mana yang putih? Atau semua sama terlihat seperti abu-abu.
Bukan lagi waktunya untuk saling menyalahkan. Terlebih menebar ujaran kebencian. Sekarang
waktunya untuk evaluasi, serta selalu mawas diri. Kerjasama antar semua lini
sangat dibutuhkan. Untuk bangkit, memperbaiki perekonomian, dan menciptakan
budaya sehat di tengah-tengah masyarakat.
Mulai
dari kita, keluarga, untuk Indonesia. Mulai dari hal yang kecil, untuk
perubahan yang lebih besar. Untuk tanah air tercinta, Indonesia.


0 Comments