Oleh: alfin arma


    Era modern, atau bahkan sekarang ini dapat dibilang postmodern, selalu didominasi oleh kemajuan dan perkembangan teknologi yg begitu pesat. Saat ini sudah berada di era disrupsi industri 4.0 bahkan telah memasuki era 5.0, kog cepat amat? Perkembangan teknologi yang semakin pesat dan canggih menuntut manusia untuk senantiasa berpacu dengan perputaran zaman. Mereka dituntut serba cepat, tepat, efisien, produktif, kreatif, dan berdaya saing tinggi. Mengingat, persaingan di zaman ini tak sekadar lagi dengan manusia melainkan juga dengan teknologi. Sebut saja robot.

    Mereka yang tak mampu menyesuaikan dengan perubahan dan perkembangan yg semakin berputar secara lebih cepat tak ubahnya seperti kilat, sudah pasti mereka akan tertinggal bahkan tergilas serta hilang dari jejak peradaban. Bagaimana tidak? Perbandingan mudahnya 1 robot canggih dapat mengalahkan puluhan bahkan ratusan tenaga manual manusia. Tak hanya dari segi hasil yang lebih cepat, melainkan juga tepat dan dapat lebih berhemat. Lihat saja bagaimana kondisi yang ada di pabrik-pabrik modern dewasa ini. Sudah berapa puluh persen pekerjaan yang sebelumnya masih dihandle oleh manusia sekarang telah beralih ke robot atau mesin-mesin canggih.

    Contoh nyata dan mudah lainnya, pekerjaan juru parkir sudah dapat digantikan dengan robot. Polisi pemantau atau pengawas di jalan raya, sekarang telah dibantu atau bahkan beralih hampir 100% ke teknologi pengawas atau yang umum disebut dengan CCTV. Penjaga pintu pusat perbelanjaan atau kantor-kantor yang telah beralih ke sensor yang sekali lagi tak luput dari bantuan kecanggihan teknologi. Dalam pertandingan sepak bola modern, wasit juga digantikan oleh robot wasit, yang dinilai lebih adil dan tidak memungkinkan proses pengaturan skor atau keberpihakan pada salah satu tim yang sedang bermain. Bahkan di masa pandemi ini, beberapa pusat perbelanjaan atau restoran di beberapa belahan dunia juga mengganti tenaga manusia menjadi robot canggih. Yang telah diprogram sebelumnya, dan 99% dinilai tak kalah hebatnya daripada manusia.

    Tentu tak sekadar berhenti sampai di situ saja. Proses penelitian, pengembangan dan inovasi dalam dunia teknologi semakin berkembang dengan begitu pesatnya. Dengan alasan tuntutan kemajuan dan dinamika zaman yang tak akan ada habisnya. Banyak negara yang berlomba-lomba dan terus bersaing untuk menciptakan teknologi yang lebih dan semakin lebih canggih. Selain itu faktor yang mengedepankan aspek ramah lingkungan juga senantiasa dikedepankan. Penemuan-penemuan teknologi baru dan terbarukan.

    Dalam dunia perlengkapan alat-alat rumah tangga misalnya, semua serba didominasi oleh mesin-mesin teknologi tinggi. Dari yang pernah menjumpai memasak dengan pawonan atau tungku, kompor minyak tanah, kompor gas, bahkan sekarang sudah ada kompor listrik yang dinilai lebih canggih, hemat dan lebih ramah lingkungan. Mesin-mesin penanak nasi modern, alat pemanggang, penggoreng otomatis, hingga mesin-mesin modern canggih yang memiliki fungsi serbaguna. Satu alat bahkan dapat digunakan untuk beberapa keperluan.

    Secara pribadi, saya begitu mengagumi perkembangan teknologi yang semakin dan serba canggih ini. Research and Development terus-menerus digalakkan. Dengan alasan kemajuan zaman, kebutuhan, serta mengejar unsur kemewahan, perlahan namun pasti alat perlengkapan rumahtangga manual mulai ditinggalkan. Mungkin karena dinilai sudah tidak efisien lagi, atau tidak ramah lingkungan.

    Kemajuan teknologi dengan mengedepankan aspek ramah lingkungan memang sangat bahkan harus dijadikan sebagai lifestyle tersendiri dewasa ini. Sebab, SDA yang semakin terbatas sedang kebutuhan manusia yang terus berkembang dan tidak terbatas akan berdampak langsung terhadap aspek ketersediaan bahan kebutuhan yang mayoritas bergantung kepada alam. Jika SDA semakin terbatas atau mendekati ambang batas habis, tentu akan berdampak buruk bagi manusia, keseimbangan alam serta ekosistem lainnya. Mengingat, tak hanya manusia saja yg membutuhkan dan bergantung kepada alam, melainkan juga makhluk hidup lainnya.

    Potret alam semesta akhir-akhir ini memang dinilai semakin mengkhawatirkan. Kerusakan alam yang terjadi secara masif, tak lain adalah karena upaya eksploitasi guna memenuhi hajat hidup manusia. Mungkin tak hanya untuk memenuhi kebutuhan saja, melainkan juga dengan kepentingan untuk memperoleh hasil dan keuntungan yang sebesar-besarnya hingga kepedulian terhadap terjaganya ekosistem atau keseimbangan alam tiada lagi dihiraukan.

    Padahal, dampak buruk sewaktu-waktu dapat terjadi dan mengancam keberadaan manusia sendiri. Kesadaran terhadap kelestarian alam dan segala jenis kekayaan yang ada di dalamnya harus senantiasa dijaga dan dirawat bersama-sama. Dengan gerakan dan tindakan yang mudah-mudah saja. Seperti halnya dengan gerakan menanam pohon di sekitar pekarangan rumah yang masih longgar atau mungkin terbengkalai. Daripada dibiarkan lebih baik dimanfaatkan untuk sesuatu yang dinilai lebih membawa kemanfaatan dan kemaslahatan.

Tulungagung, 14 Februari 2022.