Oleh: Muhammad Alfin

Tempo hari salah seorang sahabat yang tinggal di daerah Kayu Agung, Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan menelpon saya melalui aplikasi WA. Beliau meminta tolong kepada saya untuk mengambilkan ijazah dan mengurus semua tanggungan berkas akhir di kampus. Saya sedikitpun tidak merasa keberatan akan hal itu. Karena, di satu sisi saya pribadi juga sedang mengurus segala tanggungan yang ada, sontak saya iya kan begitu saja. "Beres, santuy mawon. Secepatnya akan saya urus."

Mengurus pemberkasan akhir di kampus rasanya bukan suatu pekerjaan yang cukup berat. Barangkali sehari jadi, atau paling lambat 2 sampai dengan 3 hari. Waktu yang terbilang tidak lama. Hanya saja karena yang bersangkutan tidak dapat menyelesaikan tanggungan akhirnya secara langsung, maka dibutuhkan "Surat Kuasa" yang menyatakan bahwa pihak yang bersangkutan dengan hal tersebut telah benar-benar menyatakan dan melimpahkan wewenangnya kepada saya untuk mengambilkan dan mewakili dalam segala hal, yang bersangkutan dengannya. Sekadar Surat Kuasa, sekali lagi saya rasa bukan sebuah tugas yang teramat berat. Asalkan, di lapangan tidak ada kendala. Semoga, demikian adanya. 

Hari Kamis, saya dengan mas Ali bertandang ke kampus untuk mengurus semua keperluan terkait. Sekaligus saya menyiapkan foto copyan Ijazah + Transkrip Nilai. Selepas mengambilkan berkas Khudori di BAK Rektorat, segera saya mengantarkan mas Ali terlebih dahulu menuju Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum (Fasih) untuk mengurus keperluan legalisirnya. Tak butuh waktu lama, hanya sekitar beberapa menit saja. Berkas sudah selesai dilegalisir oleh mas Mizan dan siap untuk dibawa. 

Tak ketinggalan, kami bertemu dengan salah satu dosen favorit di Fakultas Syariah dan Ilmu Hukum, terutama saat menjalani kegiatan perkuliahan di Pasca UIN SATU Tulungagung. Beliau adalah Ibu Dr. Hj. Nur Fadhilah, M.H. Sosok dosen panutan, bersahaja, smart dan begitu santun pada siapa pun. Tak terkecuali, kami selaku mahasiswa beliau. Saya pribadi sebenarnya sedikit sungkan dengan beliau. Kog masih mondar-mandir di fakultas saja, selain itu kog juga tetap bersamaan dengan Ali. Apa ndak ada teman yang lainnya. (Saya sedikit bergumam dalam hati) 

Tak berhenti di situ, beliau tak lupa menanyakan pada kami terkait bagaimana kabar salah seorang teman kami sewaktu S-1 dulu. Bagaimana kabar tugas akhirnya. Apakah masih ada kontak atau bahkan sudah los kontak. Saya tidak dapat menjawab banyak terkait hal itu. Sontak saya limpahkan kepada mas Ali untuk memberikan klarifikasi. Karena, selain satu dosen pembimbing, jarak rumah beliau juga tidak terlalu jauh. Di satu sisi saya pribadi juga tidak terlalu banyak tau tentang keseharian yang bersangkutan. Obrolan berlangsung tidak terlalu lama, di samping beliau juga harus melanjutkan pekerjaan, berkas legalisir yang diminta juga telah siap sedia. 

Akhirnya, kami pun bergegas menuju gedung Pasca. Karena waktu telah menunjukkan sekitar pukul 14.30 WIB, mendekati pukul 3 sore lebih tepatnya. Sebelum bergegas ke gedung Pasca, ada beberapa berkas yang harus terlebih dahulu kami foto copy. 

Catatan Pertama.... 
Tulungagung, 23 Agustus 2022.